Scroll untuk baca artikel
AdvertorialEdukasiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurKomunitasSamarindaSosial BudayaTerkini

Taman Budaya Kaltim Gelar Pelatihan Sastra Seni Berpantun

144
×

Taman Budaya Kaltim Gelar Pelatihan Sastra Seni Berpantun

Sebarkan artikel ini
Peserta pelatihan sastra seni berpantun bersama panitia di Gedung Bahimung Taman Budaya Kaltim Samarinda

Samarinda — Pelatihan Sastra Berpantun yang digelar Taman Budaya Kaltim sukses menarik antusias pelajar di Samarinda sebagai upaya melestarikan budaya pantun di kalangan generasi muda.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Taman Budaya Kaltim menutup rangkaian Pelatihan Sastra bertema “Seni Berpantun”, Rabu (20/5/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Bahimung, Kompleks Taman Budaya Provinsi Kaltim, Jalan Kemakmuran, Samarinda.

Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan pelajar sebagai peserta utama. Kegiatan itu bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pantun sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Panitia juga mendorong peserta untuk mengembangkan kreativitas melalui tradisi lisan yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal. Penutupan kegiatan dilakukan Ketua Panitia Pelaksana, Sulistio Rini, yang mewakili Kepala Taman Budaya Kaltim.

Rini mengapresiasi semangat peserta yang mengikuti pelatihan hingga hari terakhir. Para pelajar juga berharap kegiatan serupa kembali digelar dengan materi yang lebih luas dan mendalam.

“Harapan kami, semoga kegiatan ini bisa menularkan kemampuan membuat pantun yang andal kepada generasi mudanya. Jadi jangan malas melihat sesuatu, kreatifnya itu diasah. Memegang permen bisa jadi pantun, mendapat cokelat bisa jadi pantun, berterima kasih pun bisa menjadi pantun,” ungkapnya.

Menurut Rini, pantun bukan sekadar bagian dari budaya, tetapi juga sarana mengasah kreativitas dan kepekaan generasi muda terhadap lingkungan sekitar. Ia menegaskan pantun merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

Melalui pelatihan ini, Taman Budaya Kaltim berharap seni berpantun tetap hidup di tengah generasi muda dan terus diwariskan lintas generasi.