Scroll untuk baca artikel
BrimobInfo PublikPolriTerkini

Trauma Healing Polri Hadirkan Flying Fox untuk Kembalikan Senyum Anak-Anak Terdampak Bencana di Kayu Pasak

160
×

Trauma Healing Polri Hadirkan Flying Fox untuk Kembalikan Senyum Anak-Anak Terdampak Bencana di Kayu Pasak

Sebarkan artikel ini

Kayu Pasak — Polri melalui personel Resimen II Pasukan Pelopor bersama Satuan Brimob Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Kayu Pasak, pada Minggu (4/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan upaya pemulihan psikologis pascabencana, khususnya bagi anak-anak yang terdampak secara langsung. Trauma healing dilakukan dengan pendekatan humanis melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif yang dirancang untuk mengurangi rasa trauma serta mengembalikan rasa aman dan keceriaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Brimob menghadirkan sejumlah permainan dan kegiatan outdoor, di antaranya flying fox dan slackline. Aktivitas tersebut bertujuan untuk melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kembali semangat anak-anak setelah mengalami peristiwa bencana.

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari komitmen Polri dalam penanganan pascabencana secara menyeluruh.

“Selain fokus pada pemulihan fisik dan infrastruktur, Polri juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan mereka dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman, nyaman, dan penuh keceriaan,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk memberikan dukungan moril dan psikososial bagi warga yang terdampak bencana, sebagai wujud pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Diharapkan, kegiatan trauma healing ini dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi psikologis warga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.