Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDaerah

Wali Kota Balikpapan: Jangan Kirim WA Minta Jabatan, Langsung Saya Coret!

242
×

Wali Kota Balikpapan: Jangan Kirim WA Minta Jabatan, Langsung Saya Coret!

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE, ME memberikan peringatan keras kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota agar tidak mengirim pesan pribadi, termasuk lewat WhatsApp, untuk meminta jabatan.

Peringatan itu disampaikan Rahmad saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemkot Balikpapan, Selasa (21/10/2025).

Rahmad menilai, kebiasaan ASN yang berusaha mendapatkan posisi lewat jalur pribadi mencerminkan ketidakprofesionalan. Ia menegaskan, siapa pun yang melakukan hal tersebut tidak akan diberikan jabatan.

“Saya tidak mau. Kalau ada yang WA minta jabatan, berarti Anda punya maksud tertentu dalam pekerjaan. Selama saya menjabat, siapa pun yang begitu, tidak akan saya kasih jabatan,” tegas Rahmad.

Ia meminta ASN bekerja dengan ikhlas dan menunjukkan kinerja nyata, bukan mengandalkan kedekatan dengan pejabat.

“Tidak perlu bilang dekat dengan Wali Kota, Sekda, atau pejabat lainnya. Yang kami lihat hanyalah kinerja dan kemampuan,” ujarnya.

Profesionalisme Jadi Tolok Ukur

Rahmad menjelaskan, proses mutasi dan pelantikan kali ini sempat tertunda dua bulan karena menunggu kelengkapan administrasi serta perizinan dari BKD dan BKN. Setelah seluruh syarat terpenuhi, pelantikan baru bisa dilaksanakan.

“Ini kan sudah dua bulan tertunda, karena persyaratan dan perizinan baru keluar minggu kemarin. Jadi baru hari ini bisa kita laksanakan,” jelasnya.

Ia menegaskan jabatan bukan alat kepentingan pribadi, melainkan diberikan berdasarkan profesionalisme, integritas, dan kapasitas individu.

“Tempatkan diri sesuai posisi. Tidak usah minta jabatan. Ikhlas saja. Kami pasti akan menempatkan orang-orang yang profesional, bukan karena kedekatan,” ujarnya.

Enam Bulan Evaluasi Pejabat Baru

Kepada pejabat yang baru dilantik, Rahmad menyampaikan bahwa akan ada evaluasi kinerja enam bulan ke depan. Bila tidak mampu mengikuti arah kebijakan dan visi misi pembangunan daerah, maka akan dilakukan pergantian.

“Enam bulan ini akan kami evaluasi. Kalau tidak mampu menjalankan program dan visi misi kota, ya pasti akan kita ganti dengan orang yang kompeten,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkot kini fokus memperkuat pembangunan berkelanjutan dan pelayanan publik yang optimal.

“Kami ingin pembangunan di Balikpapan dijalankan oleh orang-orang yang punya kapasitas dan integritas. Meski masih ada kekurangan, jangan sampai itu jadi kendala. Kekurangan justru harus diisi oleh orang-orang yang punya potensi,” tutupnya.

Dengan pernyataan tersebut, Rahmad menegaskan komitmennya untuk membangun birokrasi Pemkot Balikpapan yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik titip jabatan.