Balikpapan — Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., memastikan kemudahan perizinan perumahan untuk mempercepat pembangunan proyek dan mendukung program nasional 3 juta rumah, Sabtu (9/5/2026).
Pemerintah kota membuka ruang komunikasi dengan para pengembang untuk mendengar masukan terkait pelayanan dan prosedur perizinan agar proses pembangunan berjalan lancar.
“Kami siap untuk mendengarkan saran, masukan, maupun kritik dari para pengembang, khususnya terkait pelayanan perizinan agar proses usaha bisa berjalan lancar,” ujar Rahmad Mas’ud.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak ingin menghambat investasi atau pembangunan perumahan. Namun, sinkronisasi antara pengembang dan OPD teknis tetap diperlukan agar seluruh persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi sesuai aturan.
“Mungkin selama ini ada miskomunikasi. Kadang pengembang merasa syarat sudah lengkap, tetapi setelah dikonfirmasi ternyata masih ada yang perlu dilengkapi. Ini yang perlu dikomunikasikan lebih lanjut supaya tidak terjadi salah paham,” tambahnya.
Wali kota menegaskan tidak boleh ada proses perizinan yang berlarut-larut, khususnya untuk proyek yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Tidak boleh ada anggapan pembiaran atau memperlambat usaha. Selama semua persyaratan dan aturan dipenuhi, maka perizinan harus diproses dengan baik,” tegasnya.
Program pembangunan 3 juta rumah menjadi agenda nasional yang wajib didukung daerah, termasuk Balikpapan, untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak sekaligus menekan backlog perumahan.
“Program ini harus kita implementasikan bersama. Tujuannya jelas, untuk mengatasi backlog hunian dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih mudah memiliki rumah,” ungkap Rahmad Mas’ud.
Selain kemudahan perizinan, wali kota juga mengingatkan pengembang untuk tetap mematuhi ketentuan, memperhatikan kualitas pembangunan, dan melengkapi fasilitas pendukung perumahan. Sinergi antara pemerintah daerah dan pengembang diharapkan mempercepat pembangunan sekaligus mendukung pertumbuhan investasi di Balikpapan.















