Scroll untuk baca artikel
Info PublikKalimantan TimurPLNTerkini

PLN Perkuat Listrik KEK Setangga, GI 150 kV Batulicin Baru Jadi Penopang Industri Hilirisasi

162
×

PLN Perkuat Listrik KEK Setangga, GI 150 kV Batulicin Baru Jadi Penopang Industri Hilirisasi

Sebarkan artikel ini

TANAH BUMBU — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) menegaskan perannya dalam mendukung percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Batulicin Baru/Setangga yang menjadi penopang utama pasokan listrik kawasan industri.

Keberadaan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga sangat vital, khususnya untuk memenuhi kebutuhan listrik industri smelter bahan baku baterai milik PT Anugerah Barokah Cakrawala (PT ABC), salah satu tenant utama di KEK Setangga. Infrastruktur kelistrikan ini sekaligus mendukung program hilirisasi nasional dan pengembangan kawasan industri berbasis energi andal.

Pembangunan gardu induk tersebut mendapat perhatian langsung dari Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka peresmian Pabrik Bahan Prekursor Baterai PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) serta meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan di KEK Setangga, Selasa (13/1).

Darmawan menegaskan bahwa keberhasilan kawasan industri sangat bergantung pada kesiapan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Menurutnya, PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong pembangunan industri nasional.

Sebagai unit yang bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan, PLN UIP KLT berperan sejak tahap perencanaan hingga realisasi proyek GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga. Pembangunan ini berangkat dari kebutuhan daya besar PT ABC yang mencapai 80 MVA untuk menunjang operasional industri smelter bahan baku baterai.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan bahwa proyek pembangunan gardu induk tersebut dimulai pada 4 Januari 2024 dan berhasil dilakukan pemberian tegangan pertama (energize) pada 27 Februari 2025.

“Pembangunan gardu induk ini dimulai pada 4 Januari 2024 dan berhasil diberi tegangan pertama (energize) pada 27 Februari 2025. Proyek ini menjadi bukti komitmen PLN UIP KLT dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan yang siap mendukung pertumbuhan kawasan industri,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, keberadaan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga tidak hanya menjamin keandalan pasokan listrik bagi PT ABC, tetapi juga membuka peluang masuknya tenant industri lain ke KEK Setangga.

“Dengan sistem kelistrikan yang andal dan berkapasitas besar, kawasan ini memiliki pondasi kuat untuk berkembang sebagai pusat industri hilirisasi baterai dan industri turunan lainnya,” jelasnya.

Selain mendukung industri, pembangunan infrastruktur kelistrikan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasokan listrik yang stabil mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya. KEK Setangga pun diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.