Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikInternasionalKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanTeknologiTerkini

Balikpapan Belajar dari Singapura Demi Air Bersih Berkelanjutan

128
×

Balikpapan Belajar dari Singapura Demi Air Bersih Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Workshop kolaborasi Pemkot Balikpapan bersama Bank Dunia dan Singapura terkait penguatan layanan air bersih

Balikpapan — Air Bersih Balikpapan menjadi fokus penguatan Pemkot Balikpapan melalui kerja sama internasional bersama Bank Dunia, NUS Cities, dan Singapore Water Center untuk meningkatkan layanan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Bappeda Litbang memperkuat pengembangan layanan air bersih lewat kolaborasi internasional dengan Bank Dunia, NUS Cities, dan Singapore Water Center. Kerja sama tersebut dibahas dalam workshop yang digelar di Balikpapan pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kolaborasi itu menjadi tindak lanjut dari partisipasi Pemkot Balikpapan dalam forum Singapore International Water Week. Dalam forum tersebut, pemerintah daerah memaparkan tantangan pengelolaan layanan air bersih yang dihadapi Kota Balikpapan.

Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Murni, mengatakan dukungan internasional muncul setelah pemaparan kondisi pengelolaan air bersih daerah mendapat respons positif.

“Setelah kami menyampaikan kondisi pengelolaan air bersih di daerah, respons yang diberikan sangat positif dan ditindaklanjuti melalui dukungan teknis yang difasilitasi Bank Dunia,” kata Murni, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Murni, dukungan dari lembaga internasional menjadi langkah strategis untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan air bersih. Kerja sama itu dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran daerah dalam menghadirkan tenaga ahli dan teknologi modern.

Ia menyebut kemitraan internasional juga membuka peluang transfer pengetahuan dan pendampingan teknis bagi pemerintah daerah dalam membangun sistem layanan yang lebih efektif.

“Melalui kerja sama ini, kami bisa memperoleh pembelajaran dan pendampingan dalam membangun sistem pengelolaan air yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan tata kelola layanan air bersih secara menyeluruh. Penguatan itu mencakup aspek perencanaan, distribusi air, hingga pengembangan infrastruktur pendukung.

Murni menilai pengalaman Singapura dalam mengelola sistem air bersih dapat menjadi referensi penting bagi Balikpapan untuk melakukan transformasi layanan di masa depan.

“Kami ingin mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan. Tentu prosesnya dilakukan bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah,” katanya.

Kebutuhan investasi besar dalam pembangunan infrastruktur air bersih masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai mitra internasional dinilai dapat mempercepat peningkatan kapasitas layanan tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.

Pemkot Balikpapan berharap kerja sama tersebut mampu memperkuat sistem layanan air bersih secara bertahap dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

“Ini menjadi langkah awal yang penting untuk membangun sistem layanan air bersih yang lebih kuat dan andal ke depannya,” tutur Murni.