Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDaerahEksekutifIndonesiaInfo PublikInternasionalKalimantan TimurOpiniPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot Balikpapan

Balikpapan Perkuat Demokrasi Pascapemilu, Literasi Digital Jadi Kunci Tangkal Polarisasi

134
×

Balikpapan Perkuat Demokrasi Pascapemilu, Literasi Digital Jadi Kunci Tangkal Polarisasi

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam memperkuat demokrasi yang sehat melalui penguatan politik berintegritas dan peningkatan literasi digital pasca penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2024.

Pesan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, yang hadir mewakili Wali Kota Balikpapan dalam Diskusi Publik bertajuk Mewujudkan Politik yang Berintegritas dan Bermartabat Pasca Pemilu dan Pilkada Tahun 2024. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Pengajar Politik dan Kebijakan Publik di Poltekkes Kemenkes Balikpapan, Sabtu (20/6/2026).

Zulkifli menuturkan, keberhasilan demokrasi tidak semata ditentukan oleh lancarnya pelaksanaan pemilu, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan setelah proses politik berakhir.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Namun, setelah seluruh tahapan selesai, masyarakat perlu kembali mengedepankan kebersamaan, kolaborasi, dan semangat gotong royong demi mendukung pembangunan daerah maupun nasional.

Ia menilai pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 berlangsung aman dan kondusif, termasuk di Kota Balikpapan. Kondisi tersebut menjadi indikator semakin dewasanya masyarakat dalam menjalankan kehidupan demokrasi.

Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan bahwa politik yang berintegritas harus berlandaskan nilai kejujuran, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta keberpihakan pada kepentingan publik. Sementara itu, politik yang bermartabat tercermin dari sikap menghargai perbedaan, menjunjung etika, dan membuka ruang dialog yang konstruktif.

Di era digital saat ini, ia mengingatkan bahwa penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga polarisasi sosial menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Oleh karena itu, peningkatan literasi politik dan literasi digital dinilai sangat penting untuk membangun masyarakat yang lebih kritis dan bijak dalam menerima informasi.

“Setelah kontestasi politik usai, fokus utama yang perlu diperkuat adalah persatuan masyarakat dan keterlibatan aktif warga dalam pembangunan. Demokrasi yang sehat tidak hanya diwujudkan melalui pemungutan suara, tetapi juga melalui budaya dialog, sikap saling menghormati, dan komitmen menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya.

Zulkifli yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Balikpapan menambahkan bahwa stabilitas sosial dan politik merupakan modal strategis bagi Balikpapan sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi yang aman dan kondusif dinilai penting untuk mendukung percepatan pembangunan sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.