Balikpapan — Pencarian nelayan Muara Berau terus dilakukan Basarnas Balikpapan setelah seorang nelayan dilaporkan hilang usai diduga mengalami kecelakaan kapal di perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan melalui Pos SAR Sangatta menggelar operasi pencarian terhadap Hasriarto (37), warga RT 01 Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Laporan mengenai kejadian tersebut diterima pada Jumat (17/7) sekitar pukul 11.00 WITA dari anggota keluarga korban, Aco Ferdiansyah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat seorang diri untuk memancing pada Rabu (15/7) sekitar pukul 16.30 WITA di perairan Muara Berau. Korban tidak kembali hingga keesokan harinya. Warga bersama nelayan setempat kemudian menemukan kapal milik korban dalam kondisi setengah tenggelam pada Kamis (16/7) sekitar pukul 08.00 WITA. Hingga laporan diterima Basarnas, korban belum ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Sangatta segera berkoordinasi dengan pelapor serta unsur terkait. Tim kemudian diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada Jumat (17/7) pukul 11.20 WITA. Lokasi pencarian berada sekitar 51 nautical mile di selatan Pos SAR Sangatta dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam.
Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan SAR air, peralatan selam, perangkat komunikasi, serta perlengkapan medis untuk mendukung proses pencarian.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Sangatta, TNI AL, Polairud Polda Kalimantan Timur, dan keluarga korban. Tim menghadapi tantangan berupa gelombang yang cukup tinggi di lokasi pencarian, meski kondisi cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan cerah.
Basarnas Balikpapan menyatakan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian bersama seluruh unsur SAR gabungan hingga korban ditemukan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.















