Penajam — Calon jamaah haji PPU tahun 2026 resmi dilepas Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, di Masjid Agung Al-Ikhlas, Nipah-Nipah, Rabu (6/5/2026).
Sebanyak 148 jamaah asal Kabupaten Penajam Paser Utara mengikuti prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat. Mudyat Noor menegaskan pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat kekompakan, dan mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas itu sangat penting, karena kondisi di Tanah Suci tidak selalu mudah,” jelas Mudyat.
Ia menilai tantangan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik jamaah, tetapi juga cuaca ekstrem dan berbagai kendala teknis yang dapat muncul selama pelaksanaan haji.
Mudyat juga menekankan pentingnya kesiapan petugas dan kualitas pelayanan haji. Menurutnya, pembinaan sebelum keberangkatan hingga pendampingan selama di Arab Saudi harus berjalan optimal.
“Evaluasi terhadap kualitas pembinaan sebelum keberangkatan serta respons petugas di lapangan menjadi hal yang tak kalah krusial,” terangnya.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama PPU, Budi Atmaja, menyebut ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang sarat makna dan mengajarkan kesabaran serta kebersamaan.
Ia mengungkapkan, jamaah haji PPU tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Balikpapan bersama jamaah dari Samarinda dan Kalimantan Utara. Total rombongan mencapai 360 orang termasuk petugas.
“Jumlah ini menuntut koordinasi yang matang, terutama dalam hal logistik, kesehatan, dan manajemen perjalanan,” bebernya.
Budi merinci, sebanyak 148 jamaah terdiri dari 61 laki-laki dan 87 perempuan. Mereka dijadwalkan masuk embarkasi pada 6 Mei 2026 malam sebelum bertolak menuju Jeddah pada 7 Mei 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Kepulangan jamaah direncanakan melalui Madinah pada 17 Juni 2026.
Pelepasan jamaah turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, unsur Forkopimda, pejabat terkait, serta keluarga jamaah. Suasana haru dan doa mengiringi keberangkatan para calon jamaah menuju Tanah Suci.















