Scroll untuk baca artikel
EkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintahanPenajam Paser UtaraTerkini

Kunjungan PDASRH ke Ekowisata Mangrove Kampung Baru

111
×

Kunjungan PDASRH ke Ekowisata Mangrove Kampung Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor mendampingi kunjungan Setditjen PDASRH di kawasan ekowisata mangrove Kampung Baru.

Penajam — Ekowisata mangrove Kampung Baru mendapat perhatian Kementerian Kehutanan melalui kunjungan kerja Setditjen PDASRH bersama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (6/5/2026).

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mendampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, saat meninjau kawasan ekowisata mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam.

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah PPU Tohar, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Nicko Herlambang, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Mudyat Noor menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem mangrove sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis lingkungan.

“Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata,” kata Mudyat Noor.

Muhammad Zainal Arifin menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan membangun kolaborasi pengembangan kawasan wisata mangrove secara berkelanjutan. Pemerintah juga akan memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis setempat.

“Ke depan, kita akan coba kolaborasikan pengembangan kawasan ini, termasuk mendampingi Pokdarwis agar mampu mengelola dan mengembangkan ekowisata mangrove secara berkelanjutan,” kata Muhammad Zainal Arifin.

Ia menegaskan, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan mangrove.

“Kita bersama Pemerintah Kabupaten PPU ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove, karena ini menjadi bagian penting dari lingkungan sekaligus potensi wisata,” lanjutnya.

Zainal juga menyebut dukungan pendanaan akan diupayakan untuk membantu pembangunan sarana penunjang wisata. Menurutnya, Kabupaten PPU memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis hutan mangrove yang masih belum tergarap maksimal.

Ia menambahkan, penguatan Pokdarwis menjadi bagian penting dalam mendukung rehabilitasi mangrove di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk wilayah yang terhubung langsung dengan Balikpapan.

“Ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program rehabilitasi mangrove di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat PPU merupakan wilayah penyangga yang memiliki konektivitas langsung, termasuk dengan Balikpapan,” ujarnya.

“Mudah-mudahan kawasan ini bisa berkembang dengan baik dan menjadi salah satu percontohan ekowisata mangrove terbaik di Indonesia,” pungkasnya.