Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDinas PendidikanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanTerkini

Dekranasda Balikpapan Perkuat Kemitraan, Dorong Perajin Naik Kelas

98
×

Dekranasda Balikpapan Perkuat Kemitraan, Dorong Perajin Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Balikpapan Nurlena Rahmad Mas'ud bersama Sekjen Dekranas Reni Yanita membuka Raker Dekranasda Balikpapan Periode 2026–2030 di Aula Rumjab Wali Kota Balikpapan.

Balikpapan – Dekranasda Balikpapan memperkuat kemitraan strategis dan menyusun program kerja 2026–2030 untuk meningkatkan daya saing perajin serta memperluas pasar produk kerajinan lokal.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan menggelar Rapat Kerja Pengurus Periode 2026–2030 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (27/7/2026). Agenda tersebut menjadi pijakan penyusunan kebijakan dan program strategis guna memperkuat sektor kerajinan daerah.

Rapat kerja dibuka melalui pemukulan gong oleh Ketua Dekranasda Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud SE. bersama Sekretaris Jenderal Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Reni Yanita. Pembukaan turut didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Balikpapan Hj Khotijah, Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan Heruresandy Setia Kesuma, serta Sekretaris Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur Affan.

Kegiatan dihadiri jajaran Dekranas Pusat, Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, mitra strategis, pelaku industri kecil menengah (IKM), serta pengurus Dekranasda Kota Balikpapan.

Ketua Dekranasda Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak hanya berperan membina perajin. Menurutnya, Dekranasda juga bertanggung jawab mendorong produk kerajinan menjadi identitas daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kerajinan saat ini tidak lagi dipandang hanya sebagai hasil karya tangan. Kerajinan telah menjadi identitas budaya, sumber ekonomi masyarakat, sekaligus wajah daerah yang mampu berbicara di tingkat nasional maupun internasional.”

Nurlena mengatakan Balikpapan memang dikenal sebagai kota industri migas dan jasa. Namun, potensi kerajinan lokal juga harus memperoleh perhatian agar berkembang sebagai sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan.

“Orang datang ke Balikpapan identiknya bekerja di sektor migas, pertambangan, atau perkebunan. Padahal kita juga memiliki perajin-perajin yang menghasilkan karya luar biasa. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat mulai mencintai dan menggunakan produk kerajinan lokal.”

Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, instansi pemerintah, hingga perusahaan untuk mengutamakan penggunaan produk hasil karya perajin Balikpapan dalam berbagai kegiatan resmi.

“Dinas-dinas juga harus ikut berkembang bersama para perajin. Produk mereka harus kita beli, kita gunakan. Kalau kita sendiri tidak mencintai produk lokal, bagaimana orang luar akan mengenalnya.”

Nurlena berharap para perajin terus meningkatkan kualitas produk, mengikuti perkembangan pasar, dan berani meningkatkan nilai jual hasil karya mereka.

“Jangan takut menaikkan kelas. Jadilah pengusaha sukses. Produk yang dibuat dengan ketekunan, kreativitas, dan kualitas tentu memiliki nilai yang pantas dihargai.”

Ia menilai kehadiran Sekretaris Jenderal Dekranas Pusat menjadi dorongan bagi Dekranasda Kota Balikpapan untuk menyelaraskan seluruh program dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Kehadiran Ibu Sekjen bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi menjadi energi baru bagi kami untuk memperkuat arah kebijakan sehingga Dekranasda Kota Balikpapan tetap sejalan dengan program nasional dan provinsi.”

Ketua Harian Dekranasda Kota Balikpapan Heruresandy Setia Kesuma memaparkan program kerja periode 2026–2030 yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku IKM, penguatan promosi produk, perluasan akses pasar, digitalisasi pemasaran, dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Arahan juga disampaikan Sekretaris Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Timur, Affan. Ia mendorong Dekranasda kabupaten dan kota memperkuat pembinaan IKM, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan komunitas.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dekranas Pusat yang juga Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menekankan pentingnya inovasi, peningkatan mutu, legalitas produk, serta kolaborasi agar produk kerajinan daerah mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Pada kesempatan tersebut, Dekranasda Kota Balikpapan menyerahkan sertifikat halal kepada tiga IKM binaan, yakni Arnesta Batik, Batik Khaliqa Arensi, dan Iwatik. Penghargaan juga diberikan kepada Bank Indonesia Balikpapan, PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Kaltimra, Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara, serta PT Angkasa Pura Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan atas dukungan dalam pembinaan pelaku IKM.

Dekranasda Kota Balikpapan juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Kadin Kota Balikpapan, BPC HIPMI Kota Balikpapan, DPC HIPPI, dan Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan. Kerja sama tersebut diharapkan memperluas pemasaran produk kerajinan khas Balikpapan serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para pelaku IKM.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Ketua Dekranasda Kota Balikpapan kepada Sekretaris Jenderal Dekranas Pusat beserta rombongan dan perwakilan Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pengembangan industri kerajinan di Balikpapan.