Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanEkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemkot BalikpapanTerkini

Dekranasda Balikpapan Ubah Strategi Pembinaan, Fokus Digitalisasi dan Produk Unggulan

99
×

Dekranasda Balikpapan Ubah Strategi Pembinaan, Fokus Digitalisasi dan Produk Unggulan

Sebarkan artikel ini
Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan Heruresandy Setia Kesuma memaparkan program transformasi Dekranasda Balikpapan dalam Raker Pengurus periode 2026–2030.

Balikpapan – Dekranasda Balikpapan mulai menyiapkan transformasi pembinaan perajin melalui digitalisasi, penguatan kelembagaan, dan perluasan akses pasar dalam program kerja periode 2026–2030.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan menyusun sejumlah program baru untuk memperkuat sektor kerajinan lokal. Transformasi tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Pengurus Dekranasda Kota Balikpapan periode 2026–2030 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (27/7/2026).

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruresandy Setia Kesuma, mengatakan pola pembinaan selama ini perlu diperbarui agar mampu menjawab perkembangan industri kreatif. Karena itu, Dekranasda mulai menyiapkan program yang mencakup seluruh rantai pengembangan usaha kerajinan.

“Iya, pada rapat kerja tahun 2026 ini kami ingin melakukan transformasi. Program kerajinan di Balikpapan jangan lagi monoton seperti yang dilakukan setiap tahunnya. Kami ingin menghadirkan berbagai program baru agar pengrajin semakin berkembang.”

Menurut Heruresandy, digitalisasi menjadi salah satu prioritas. Langkah itu diharapkan membantu pelaku usaha kerajinan memanfaatkan teknologi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Dekranasda juga akan mendorong lahirnya produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan sentuhan desain yang lebih modern. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun identitas produk unggulan khas Kota Balikpapan.

“Kami ingin mengangkat karya yang berakar dari tradisi menjadi lebih kekinian, modern, bahkan bisa menjadi ikon Kota Balikpapan. Karena itu kami juga membutuhkan identitas baru agar nantinya ada produk unggulan yang benar-benar dikenal sebagai ciri khas Balikpapan.”

Selain pengembangan produk, Dekranasda memperkuat kelembagaan usaha agar pelaku kerajinan memperoleh akses pasar yang lebih luas. Pendampingan juga akan dilakukan secara menyeluruh sesuai arahan Dekranas Pusat.

“Tiap tahapan harus jelas siapa yang memegang peran. Mulai dari bahan baku, produksi, pemasaran sampai pembiayaan harus saling terhubung sehingga pembinaan benar-benar efektif.”

Untuk mendukung program tersebut, Dekranasda Balikpapan memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi dan dunia usaha. Mitra yang terlibat antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Heruresandy menilai sinergi lintas lembaga akan memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha, baik yang baru memulai maupun yang telah berkembang. Kolaborasi juga diharapkan menghindari tumpang tindih program pembinaan.

“Mereka akan menjadi mitra pendamping dalam pemasaran maupun pengembangan usaha para pengrajin di Balikpapan. Harapannya semua bisa bersinergi sehingga tidak ada lagi program yang tumpang tindih atau mengerjakan hal yang sama.”

Ia menambahkan, kerja sama antarlembaga akan membuat penggunaan anggaran lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para pengrajin.

“Kalau semua bersinergi, Balikpapan bisa tumbuh bersama. Ini bukan hanya tugas Dekranasda, tetapi menjadi kepentingan bersama untuk membantu para pengrajin berkembang.”

Heruresandy juga mengungkapkan Dekranas Pusat mendorong pola pembinaan berbasis kewilayahan. Melalui pendekatan tersebut, setiap daerah akan memperoleh paket pembinaan yang lebih lengkap secara bergiliran.

“Harapannya bukan hanya satu kegiatan untuk satu daerah, tetapi satu wilayah mendapatkan pembinaan secara utuh. Semua 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur nantinya bisa merasakan manfaat program tersebut secara bergiliran.”