Balikpapan — ASN Balikpapan mendapat dispensasi datang terlambat ke kantor pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Kebijakan ini mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).
Pemerintah Kota Balikpapan memberikan kelonggaran bagi aparatur sipil negara (ASN), khususnya para ayah, untuk datang terlambat ke kantor setelah mengantar anak ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).
Pemkot Balikpapan mendorong keterlibatan ayah dalam mendampingi anak saat memulai tahun ajaran baru. Pemerintah menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah dapat memperkuat hubungan antara keluarga dan sekolah sekaligus mendukung perkembangan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh sekolah agar menyampaikan imbauan kepada orang tua, terutama para ayah, untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.
“Pada hari pertama belajar sekarang ada tambahan, yaitu Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Kami mengimbau seluruh orang tua siswa agar pada hari pertama masuk sekolah, ayah yang mengantarkan anaknya.”
Irfan menjelaskan, imbauan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Balikpapan. Edaran itu telah diteruskan kepada seluruh kepala sekolah untuk disosialisasikan kepada para orang tua.
“Edaran dari Pak Wali sudah kami sampaikan kepada seluruh kepala sekolah untuk diteruskan kepada orang tua, sehingga ayah dapat mengantar anaknya ke sekolah.”
Ia menegaskan, Wali Kota Balikpapan juga memberikan dispensasi khusus kepada ASN laki-laki yang mengikuti gerakan tersebut. Mereka tidak akan dikenai sanksi apabila datang terlambat karena mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah.
“Khusus untuk ASN, Pak Wali memberikan pelonggaran. Bapak-bapak boleh mengantar anak ke sekolah dan diperbolehkan terlambat masuk kantor.”
Menurut Irfan, kehadiran ayah pada momen awal anak memasuki lingkungan sekolah dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri. Pemkot Balikpapan berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah tidak berhenti pada hari pertama sekolah, tetapi menjadi budaya pengasuhan yang memperkuat peran ayah dalam mendukung pendidikan anak. Pemerintah juga menilai kolaborasi antara keluarga dan sekolah menjadi salah satu kunci terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.















