Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurKomunitasNusantaraPemerintahanTerkini

Otorita IKN Libatkan Warga dalam Penataan Drainase Koridor Sepaku

122
×

Otorita IKN Libatkan Warga dalam Penataan Drainase Koridor Sepaku

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Otorita IKN berdialog dan berjabat tangan dengan warga saat rembuk penataan drainase Koridor Sepaku di Desa Sukaraja

Nusantara — Otorita Ibu Kota Nusantara melibatkan masyarakat dalam penataan drainase Koridor Sepaku untuk mendukung kawasan penyangga IKN yang lebih tertata, berkelanjutan, dan minim genangan air.

Kegiatan rembuk warga itu digelar di GOR Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (19/5/2026). Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat terkait pembangunan drainase di wilayah Desa Sukaraja dan Desa Bukit Raya.

Program penataan drainase menjadi bagian dari penataan Koridor Sepaku yang diarahkan untuk mendukung pembentukan ekosistem baru di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Pemerintah juga menargetkan terciptanya lingkungan yang lebih rapi, estetis, dan berkelanjutan.

Selain memperbaiki kualitas lingkungan, pembangunan drainase diharapkan mampu mengurangi genangan air yang kerap muncul saat hujan deras berlangsung lama. Program itu juga dirancang berbasis partisipasi masyarakat, mulai dari tahap perencanaan hingga pemeliharaan infrastruktur.

Wilayah penerima manfaat mencakup RT 001 hingga RT 011 Desa Bukit Raya serta RT 001, RT 006, dan RT 007 Desa Sukaraja. Kawasan penataan Koridor Sepaku memiliki luas sekitar 219,76 hektare pada skala meso dan sekitar 59,64 hektare di area mikro koridor Jalan Negara.

Direktur Sarana Prasarana Sosial Otorita IKN, Agus Ahyar, mengatakan pembangunan kawasan sekitar KIPP akan mengutamakan model pemberdayaan masyarakat.

“Sebentar lagi kita akan mengembangkan penataan kawasan untuk Desa Sepaku dan Sukaraja. Kami ingin membangun desa sekitar KIPP ini dengan model pemberdayaan. Nantinya masyarakat yang akan melakukan pemeliharaannya. Dana kegiatan berasal dari APBN dan langsung disalurkan kepada masyarakat tanpa pungutan. Program ini akan berkelanjutan dan dikoordinasikan oleh empat kelompok masyarakat,” ujarnya.

Agus menjelaskan proses perencanaan pembangunan akan disertai spesifikasi teknis dan survei lapangan menggunakan drone untuk memetakan aliran air. Langkah itu dilakukan agar pembangunan drainase berjalan tepat sasaran. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026.

Kepala Desa Sukaraja, Sugianto, mengajak masyarakat mendukung program penataan kawasan tersebut demi menciptakan lingkungan desa yang lebih baik.

“Saya berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Tujuan Otorita IKN sangat baik untuk membangun wilayah kita, namun tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Di desa kami, saat hujan deras sering terjadi genangan karena saluran pembuangan yang bermasalah. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat bekerja dengan baik demi kepentingan bersama,” ungkapnya.