Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanEdukasiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanTeknologiTerkiniWali Kota Balikpapan

Rahmad Mas’ud Ajak Warga Jaga Persatuan di Era Digital

149
×

Rahmad Mas’ud Ajak Warga Jaga Persatuan di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Balai Kota Balikpapan mengenakan pakaian adat

Balikpapan — Harkitnas 2026 Balikpapan menjadi momentum memperkuat literasi digital dan persatuan bangsa di tengah tantangan transformasi teknologi dan kedaulatan informasi.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Balai Kota Balikpapan, Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan nuansa kebangsaan melalui penggunaan pakaian adat Nusantara oleh peserta.

Peserta upacara terdiri dari aparatur sipil negara, unsur TNI-Polri, pelajar, hingga organisasi masyarakat. Beragam pakaian adat dikenakan sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Dalam amanatnya, Rahmad Mas’ud membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bertema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Pidato tersebut menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan era digital.

“Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” kata Rahmad saat membacakan amanat pemerintah pusat.

Pidato itu juga memuat sejumlah program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut meliputi makan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat dan sekolah garuda, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Pemerintah pusat juga disebut memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

Selain itu, pemerintah resmi menunda akses media sosial dan platform digital berisiko tinggi bagi anak di bawah usia 16 tahun sejak 28 Maret 2026. Kebijakan tersebut bertujuan menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi anak.

Rahmad Mas’ud mengajak masyarakat menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama,” ujar Rahmad.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.