Scroll untuk baca artikel
Info PublikTerkini

Sinergi TNI–Polri Percepat Pemulihan Banjir Donggala, Jalan Dibuka dan Rumah Warga Dibersihkan

161
×

Sinergi TNI–Polri Percepat Pemulihan Banjir Donggala, Jalan Dibuka dan Rumah Warga Dibersihkan

Sebarkan artikel ini

DONGGALA – Enam hari setelah banjir bandang melanda Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, upaya penanganan dan pemulihan terus dilakukan secara intensif oleh personel gabungan TNI–Polri bersama instansi terkait.

Pada Jumat (16/1/2026), ratusan personel diterjunkan di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan untuk melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pembersihan lingkungan dan rumah warga, perbaikan infrastruktur, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin Kabag Ops Polres Donggala AKP Wakhidin, S.H., dan diikuti seluruh personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana. Setelah apel, personel dibagi ke sejumlah sektor kerja sesuai tugas masing-masing.

Di antaranya, pembersihan lanjutan rumah warga di Desa Labuan Kungguma, pemasangan jembatan gorong-gorong untuk membuka akses menuju Desa Labuan Lumbubaka, serta pembersihan hunian tetap (huntap) I dan II di Desa Wani Lumbupetigi, Kecamatan Tanantovea.

Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., juga turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi pembangunan jembatan gorong-gorong agar prosesnya berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dalam operasi ini, total personel yang terlibat terdiri dari 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Sulteng, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan dari Bid Dokkes Polda Sulteng.

Berdasarkan data hingga 14 Januari 2026, dampak banjir bandang di Donggala meliputi 4 rumah hanyut, 268 rumah terendam, 8 rumah rusak, serta 134 kepala keluarga atau 1.093 jiwa terdampak. Selain itu, 10 jembatan, 1 sekolah, 1 masjid, 3 ruas jalan, dan 1 kantor KUA juga mengalami kerusakan.

Meski status tanggap darurat telah berakhir pada 15 Januari 2026, penanganan bencana tetap dilanjutkan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa langkah cepat jajaran Polda Sulawesi Tengah merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.

“Polri bersama TNI dan instansi terkait terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala. Fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan yang terputus, membersihkan rumah warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan, kehadiran personel di lapangan tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga membangun rasa aman dan harapan masyarakat.

“Kegiatan kerja bakti dan penanganan bencana ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga diharapkan mampu meringankan beban korban sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, Satgas Penanggulangan Bencana akan melanjutkan pembangunan jembatan gorong-gorong menuju Desa Labuan Lumbubaka, melakukan pembersihan lanjutan rumah warga, mendistribusikan air bersih menggunakan mobil AWC, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah dilaporkan aman dan terkendali.

“Polri memastikan seluruh rangkaian penanganan bencana berjalan dengan baik dan terkoordinasi. Kami akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih,” tutup Kombes Pol Erdi.

Dengan sinergi dan kerja keras seluruh pihak, diharapkan pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala dapat berlangsung lebih cepat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.