Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurKalimantan UtaraKesehatanPemkot BalikpapanReligiTerkini

Tujuh Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Dirawat di Madinah

138
×

Tujuh Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Dirawat di Madinah

Sebarkan artikel ini
Petugas membantu jemaah haji Embarkasi Balikpapan setibanya di Madinah, Arab Saudi.

Balikpapan — Jemaah haji embarkasi Balikpapan menghadapi gangguan kesehatan di Madinah, Arab Saudi. Tujuh orang dilaporkan menjalani perawatan medis akibat penyakit bawaan dan cuaca panas ekstrem selama ibadah haji 1447 Hijriah.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan mencatat tujuh jemaah masih dirawat di Rumah Sakit Madinah hingga 9 Mei 2026. Mayoritas pasien mengalami hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, hingga kanker.

“Data terakhir yang kami terima per 9 Mei 2026 terdapat tujuh jemaah yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Madinah. Untuk perkembangan terbaru, kami masih menunggu informasi lanjutan apakah sudah ada yang sembuh atau masih dirawat,” kata Humas PPIH Embarkasi Balikpapan, Saputranur, Selasa (12/5/2026).

PPIH juga melaporkan satu jemaah asal Samarinda bernama Endar Jaya Purwadi (62) meninggal dunia di Madinah pada 30 April 2026. Jemaah yang tergabung dalam Kloter 01 itu diketahui memiliki riwayat penyakit risiko tinggi dan diduga mengalami kelelahan saat menjalankan ibadah.

Saputranur mengatakan hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak dialami jemaah haji embarkasi Balikpapan tahun ini. Data kesehatan menunjukkan terdapat tujuh kasus hipertensi, lima kasus penyakit jantung, empat kasus diabetes melitus, dan dua kasus kanker.

“Berdasarkan data kesehatan, hipertensi menjadi penyakit terbanyak dengan tujuh kasus, disusul penyakit jantung lima orang, diabetes melitus empat orang, dan kanker dua orang,” ujarnya.

Cuaca panas di Arab Saudi juga memengaruhi kondisi kesehatan jemaah. Suhu udara pada siang hari disebut mencapai 45 derajat celsius. Kondisi itu dinilai berisiko bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

“Kami mengimbau jemaah untuk mengurangi aktivitas berlebihan pada siang hari, memperbanyak konsumsi cairan, dan menggunakan pelindung diri seperti payung atau penutup kepala untuk menghindari paparan panas langsung,” katanya.

Hingga pertengahan Mei 2026, Embarkasi Balikpapan telah memberangkatkan 11 kloter dari total 17 kloter yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Total jemaah yang tergabung dalam embarkasi tersebut mencapai 5.859 orang, termasuk petugas haji.

Sebanyak 3.587 jemaah telah diberangkatkan melalui Kloter 1 hingga 10. Sementara itu, 2.272 jemaah lainnya masih menunggu jadwal keberangkatan. Para jemaah berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.

PPIH juga mencatat 15 jemaah dari Kloter 1 hingga 10 mengalami penundaan keberangkatan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang.

“Penundaan dilakukan berdasarkan rekomendasi tim kesehatan embarkasi karena jemaah dalam kondisi sakit,” ujar Saputranur.

Selain penundaan, tujuh calon jemaah dilaporkan batal berangkat. Dua di antaranya merupakan perempuan hamil, sedangkan lima lainnya batal karena alasan kesehatan.

Data embarkasi menunjukkan jumlah jemaah lanjut usia pada Kloter 1 hingga 10 mencapai 693 orang. Sementara jumlah jemaah kategori risiko tinggi tercatat sebanyak 2.177 orang.

PPIH Embarkasi Balikpapan juga mencatat Nurdin Beddu (95) asal Kota Palu sebagai jemaah tertua tahun ini. Adapun jemaah termuda bernama Nurhaeni Arif Rahing (13) asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.