Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintahanPemkot BalikpapanTerkiniWakil Wali Kota Balikpapan

Wakil Wali Kota Minta Pembangunan Rumah Jabatan Balikpapan Dipercepat

132
×

Wakil Wali Kota Minta Pembangunan Rumah Jabatan Balikpapan Dipercepat

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau progres pembangunan rumah jabatan di Jalan Ars Muhammad bersama jajaran pemerintah dan pelaksana proyek.

Balikpapan — Pembangunan Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan diminta dipercepat. Wakil Wali Kota Bagus Susetyo menegaskan pentingnya percepatan pekerjaan, penerapan K3, dan penyelesaian proyek sesuai target.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, MM, meninjau langsung progres pembangunan rumah jabatan di Jalan Ars Muhammad, Selasa (7/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan Andi M. Yusri, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Adwar Skenda Putra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan Rita, serta perwakilan kontraktor dan konsultan proyek.

Pada peninjauan itu, Bagus meminta kontraktor mempercepat penyelesaian pekerjaan struktur. Ia juga meminta penataan area proyek ditingkatkan agar aktivitas konstruksi berlangsung lebih efektif dan nyaman bagi pekerja.

Proyek pembangunan rumah jabatan tersebut dikerjakan oleh CV Putra Jaya Abadi dengan nilai kontrak Rp12.611.222.301,06 yang bersumber dari APBD Kota Balikpapan. Masa pelaksanaan proyek ditetapkan selama 176 hari kalender.

Bagus menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi di lapangan. Penataan material, perataan timbunan tanah, hingga penyediaan fasilitas kerja dinilai perlu ditingkatkan untuk mendukung kelancaran pembangunan.

“Hari ini kita melakukan kunjungan lapangan ke beberapa kegiatan yang sudah mulai dikerjakan pemerintah kota, salah satunya pembangunan rumah jabatan wakil wali kota. Ada beberapa hal yang saya sampaikan kepada pelaksana, terutama penataan lokasi kerja agar lebih baik sehingga pekerjaan bisa berjalan lebih nyaman dan efektif.”

Ia juga meminta material sisa dan bekas galian segera dipindahkan agar area kerja lebih rapi. Selain itu, lokasi fabrikasi besi diminta dilengkapi pelindung seperti terpal agar pekerja tidak terpapar panas secara langsung.

Menurut Bagus, percepatan pekerjaan perlu dilakukan karena waktu pelaksanaan yang tersisa sekitar empat setengah bulan. Ia menilai pekerjaan struktur harus segera diselesaikan agar tahapan arsitektur dan penyelesaian akhir tidak menghambat target proyek.

“Waktunya hanya sekitar lima setengah bulan. Sekarang sudah berjalan kurang lebih satu bulan sehingga tersisa sekitar empat setengah bulan. Karena saat ini masih pekerjaan struktur seperti fondasi, kolom, dan balok, saya minta supaya dipercepat. Biasanya pekerjaan arsitektur atau finishing justru lebih lambat.”

Bagus juga meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja apabila diperlukan untuk mengejar target penyelesaian.

“Saya minta ditambah tenaganya. Yang penting lokasi kerjanya juga ditata lebih baik supaya pekerjaan berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal.”

Selain percepatan pembangunan, ia menekankan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), sementara setiap orang yang berada di area proyek juga harus mematuhi prosedur keselamatan.

“Saya juga mengingatkan kepada teman-teman dari PU, konsultan, terutama terkait K3. Semua pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri. Orang yang berada di luar kegiatan proyek pun harus mengikuti prosedur yang berlaku demi keselamatan bersama.”

Bagus optimistis proyek dapat selesai tepat waktu apabila kualitas pekerjaan dijaga sejak awal dan lingkungan kerja tetap tertata dengan baik.

“Saya yakin kalau pekerjaan dari awal sudah teliti dan lokasi kerja bersih, insyaallah hasilnya akan lebih baik dan penyelesaiannya bisa tepat waktu.”

Ia juga mengingatkan kontraktor untuk mengantisipasi kendala akibat cuaca. Akses menuju lokasi proyek harus tetap dapat digunakan agar pekerjaan dapat kembali berjalan segera setelah hujan.

“Jangan sampai hujan menghentikan pekerjaan. Karena masih banyak timbunan tanah, akses kerja harus dibuat sebaik mungkin sehingga satu jam setelah hujan pekerja sudah bisa kembali beraktivitas.”

Sebagai bentuk pengawasan, Bagus memastikan akan terus memantau perkembangan proyek secara berkala hingga pembangunan rumah jabatan selesai sesuai target yang telah ditetapkan.